Bukit Mawar Cipanas

Bunga mawar sebagai queen of the flower merupakan bunga universal yang dikenal di seluruh penjuru dunia sejak zaman dahulu.

Penampilannya yang cantik, anggun dan untuk beberapa jenis dikenal menebarkan wangi yang semerbak ketika bermekaran telah memesona banyak orang sehingga menjadiannya lambang kecantikan.

Banyak sekali perumpamaan yang dibuat berkaitan dengan kecantikan bunga mawar, termasuk oleh pujangga inggris ternama William Shakeespeare.

Bunga mawar mempunyai potensi ekonomi dan sosial yang tinggi. Permintaan bunga mawar di pasar dalam negeri (domestik) cenderung meningkat, terutama di kota-kota besar.

Jakarta menyerap bunga-bunga terbesar dengan omzet dan peredaran uang mencapai Rp 25,8 miliar per tahun.

Permintaan bunga mawar ±20.000 kuntum per hari hal ini memberikan gambaran cerah bagi kalangan wirausahawan di berbagai daerah (wilayah) di Indonesia untuk mengelola agribisnis bunga mawar, terutama yang lokasinya strategis dekat dengan kota-kota besar.

Sentra penanaman bunga potong, tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta. Meskipun sudah ada yang membudidayakan bunga Mawar ini, peluang agribisnis Mawar masih memiliki potensi yang besar untuk terus ditingkatkan.

Salah satu negara produsen bunga-bungaan terbesar di dunia adalah Belanda. Diantara 10 jenis bunga potong Belanda, ternyata mawar menempati urutan teratas dan paling besar dalam peraihan (perolehan) devisa negara tersebut.

Peningkatan permintaan bunga potong dan tanaman hias terjadi di Indonesia, karena ekspor komoditas ini mengalami peningkatan demikian juga permintaan dalam negeri. Berarti prospek pengembangan budidaya mawar di negeri kita diperkirakan sangat cerah.

Untuk informasi lebih lanjut, anda bisa mengunjungi website Bukit Mawar Cipanas 

Poster

previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Slider

Gallery

previous arrow
next arrow
previous arrownext arrow
Slider