8 TIPE KECERDASAN DAN BAKAT YANG DIMILIKI MANUSIA, MANA YANG ANDA PUNYA?

8 TIPE KECERDASAN DAN BAKAT YANG DIMILIKI MANUSIA, MANA YANG ANDA PUNYA?

Hampir semua orang tentu akan setuju jika dikatakan bahwa orang cerdas adalah mereka yang memiliki kemampuan baik dalam menyelesaikan berbagai soal di bangku sekolah, terutama di dalam pelajaran matematika dan ilmu berhitung lainnya. Bukan hanya di bangku sekolah saja, pemikiran yang sama memang telah berkembang secara luas di tengah-tengah masyarakat, di mana kecerdasan itu hanya identik dengan kemampuan akademik yang mumpuni dari seseorang saja.

Padahal jika ditilik lebih luas lagi, sejumlah bidang lainnya juga tentu akan membutuhkan keahlian dan juga kecerdasan dari seseorang untuk bisa menguasainya dengan baik. Artinya, kecerdasan ini pada dasarnya memiliki cakupan yang jauh lebih luas lagi, di luar ilmu matematika dan berhitung lainnya.

Pemikiran seperti inilah yang coba diungkapkan oleh seorang Howard Earl Gardner, yang merupakan seorang tokoh pendidikan dan psikologi berkebangsaan Amerika. Gardner berpendapat bahwa di dalam perkembangan ilmu psikologi modern kecerdasan manusia lebih majemuk dan bisa dibagi ke dalam beberapa jenis kecerdasan yang berbeda-beda. Hal ini dituangkannya dalam teori kecerdasan majemuk yang kemudian menjadi cikal-bakal pengetahuan bahwa seorang anak bisa saja memiliki sejumlah kecerdasan yang berbeda-beda di dalam dirinya.

Tidak hanya sebatas kecerdasan dalam bidang akademik saja, yang pada umumnya hanya berhubungan dengan kemampuan berhitung dan juga logika. Melalui sejumlah penelitian panjang yang dilakukan oleh Gardner dalam teori kecerdasan majemuk, Dr. Howard Gardner menemukan sebuah teori tentang kecerdasan. Ia mengatakan bahwa manusia lebih rumit daripada apa yang dijelaskan dari tes IQ atau tes apapun itu. Ia juga mengatakan bahwa orang yang berbeda memiliki kecerdasan yang berbeda. Howard Gardner dalam bukunya The Theory of Multiple Intelegence, mengusulkan beberapa macam komponen kecerdasan, yang disebutnya dengan Multiple Intelegence (Intelegensi Ganda). Intelegensi ganda tersebut meliputi:

  1. Kecerdasan Linguistic-Verbal (Linguistic Intelligence)
  2. Kecerdasan Logis – Matematik (Logical – Mathematical Intelligence)
  3. Kecerdasan Spasial-Visual (Spatial Intelligence)
  4. Kecerdasan Ritmik-Musik (Musical Intelligence)
  5. Kecerdasan Kinestetik (Bodily – Kinesthetic Intelligence)
  6. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)
  7. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)
  8. Kecerdasan Naturalis (Naturalist Intelligence)

Kita bisa mengenal 8 tipe kecerdasan yang berbeda-beda. Hal ini tentu menjadi menarik, sebab setiap dari kita akan memiliki kemampuan yang berbeda-beda pada setiap jenis kecerdasan tersebut, meskipun pada dasarnya setiap kita memiliki semua kecerdasan tersebut di dalam diri kita masing-masing.

Lalu, tipe kecerdasan mana yang menonjol di dalam diri Anda? Simak 8 tipe kecerdasan berikut ini, yang dikemukakan oleh Howard Gardner dalam penelitiannya:

1. Kecerdasan Linguistic-Verbal (Linguistic Intelligence)

Penulis via google.com

Kecerdasan ini berupa kemampuan untuk menyusun pikirannya dengan jelas juga mampu mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata seperti berbicara, menulis, dan membaca. Orang dengan kecerdasan verbal ini sangat cakap dalam berbahasa, menceriterakan kisah, berdebat, berdiskusi, melakukan penafsiran, menyampaikan laporan dan berbagai aktivitas lain yang terkait dengan berbicara dan menulis. Kecerdasan ini sangat diperlukan pada profesi pengacara, penulis, penyiar radio/televisi, editor, guru.

Lebih jelasnya kecerdasan ini memiliki ciri-ciri kemampuan sebagai berikut.

  1. Mampu membaca, mengerti apa yang dibaca.
  2. Mampu mendengar dengan baik dan memberikan respons dalam suatu komunikasi verbal.
  3. Mampu menirukan suara, mempelajari bahasa asing, mampu membaca karya orang lain.
  4. Mampu menulis dan berbicara secara efektif.
  5. Tertarik pada karya jurnalism, berdebat, pandai menyampaikan cerita atau melakukan perbaikan pada karya tulis.
  6. Mampu belajar melalui pendengaran, bahan bacaan, tulisan dan melalui diskusi, ataupun debat.
  7. Peka terhadap arti kata, urutan, ritme dan intonasi kata yang diucapkan.
  8. Memiliki perbendaharaan kata yang luas, suka puisi, dan permainan kata.

Profesi: pustakawan, editor, penerjemah, jurnalis, tenaga bantuan hukum, pengacara, sekretaris, guru bahasa, orator, pembawa acara di radio / TV, dan sebagainya.

2. Kecerdasan Logis – Matematik (Logical – Mathematical Intelligence)

Programmer via google.com

Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan angka-angka dan bilangan, berpikir logis dan ilmiah, adanya konsistensi dalam pemikiran.. Seseorang yang cerdas secara logika-matematika seringkali tertarik dengan pola dan bilangan/angka-angka. Mereka belajar dengan cepat operasi bilangan dan cepat memahami konsep waktu, menjelaskan konsep secara logis, atau menyimpulkan informasi secara matematik. Kecerdasan ini amat penting karena akan membantu mengembangkan keterampilan berpikir dan logika seseorang. Dia menjadi mudah berpikir logis karena dilatih disiplin mental yang keras dan belajar menemukan alur piker yang benar atau tidak benar. Di samping itu juga kecerdasan ini dapat membantu menemukan cara kerja, pola, dan hubungan, mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, mengklasifikasikan dan mengelompokkan, meningkatkan pengertian terhadap bilangan dan yang lebih penting lagi meningkatkan daya ingat.

Lebih jelasnya kecerdasan ini memiliki ciri-ciri kemampuan sebagai berikut.

  1. Mengenal dan mengerti konsep jumlah, waktu dan prinsip sebab-akibat.
  2. Mampu mengamati objek dan mengerti fungsi dari objek tersebut.
  3. Pandai dalam pemecahan masalah yang menuntut pemikiran logis.
  4. Menikmati pekerjaan yang berhubungan dengan kalkulus, pemrograman komputer, metode riset.
  5. Berpikir secara matematis dengan mengumpulkan bukti-bukti, membuat hipotesis, merumuskan dan membangun argumentasi kuat.
  6. Tertarik dengan karier di bidang teknologi, mesin, teknik, akuntansi, dan hukum.
  7. Menggunakan simbol-simbol abstrak untuk menjelaskan konsep dan objek yang konkret.

Profesi: auditor, akuntan, ilmuwan, ahli statistik, analisis / programer komputer, ahli ekonomi, teknisi, guru IPA / Fisika, dan sebagainya.

3. Kecerdasan Spasial-Visual (Spatial Intelligence)

Pelukis via google.com

Kecerdasan ini ditunjukkan oleh kemampuan seseorang untuk melihat secara rinci gambaran visual yang terdapat di sekitarnya. Seorang seniman dapat memiliki kemampuan persepsi yang besar. Bila mereka melihat sebuah lukisan, mereka dapat melihat adanya perbedaan yang tampak di antara goresan-goresan kuas, meskipu orang lain tidak mampu melihatnya. Dengan mengamati sebuah foto, seorang fotografer dapat membuat analisis mengenai kelemahan atau kekuatan dari foto tersebut seperti arah datangnya cahaya, latar belakang, dan sebagainya, bahkan mereka dapat memberi jalan keluar bagaimana seandainya foto itu ditingkatkan kualitasnya. Kecerdasan ini sangat dituntut pada profesi-profesi seperti fotografer, seniman, navigator, arsitek. Pada orang-orang ini dituntut untuk melihat secara tepat gambaran visual dan kemudian member arti terhadap gambaran tersebut.

Lebih jelasnya kecerdasan ini memiliki ciri-ciri kemampuan sebagai berikut.

  1. Senang mencoret-coret, menggambar, melukis dan membuat patung.
  2. Senang belajar dengan grafik, peta, diagram, atau alat bantu visual lainnya.
  3. Kaya akan khayalan, imaginasi dan kreatif.
  4. Menyukai poster, gambar, film dan presentasi visual lainnya.
  5. Pandai main puzzle, mazes dan tugas-lugas lain yang berkaitan dengan manipulasi.
  6. Belajar dengan mengamati, melihat, mengenali wajah, objek, bentuk, dan warna.
  7. Menggunakan bantuan gambar untuk membantu proses mengingat.

Profesi: insinyur, surveyor, arsitek, perencana kota, seniman grafis, desainer interior, fotografer, guru kesenian, pilot, pematung, dan sebagainya.

4. Kecerdasan Ritmik-Musik (Musical Intelligence)

Pemusik via google.com

Kecerdasan ritmik-musikal adalah kemampuan seseorang untuk menyimpan nada di dalam benaknya, untuk mengingat irama, dan secara emosional terpengaruh oleh musik. Kecerdasan musikal merupakan suatu alat yang potensial karena harmoni dapat merasuk ke dalam jiwa seseorang melalui tempat-tempat yang tersembunyi di dalam jiwa (Plato). Musik dapat membantu seseorang mengingat suatu gerakan tertentu, perhatikan seseorang atau sekelompok orang yang sedang menari atau berolahraga senam ritmik mesti selalu disertai dengan alunan musik.

Banyak pakar berpendapat bahwa kecerdasan musik merupakan kecerdasan pertama yang harus dikembangkan dilihat dari sudut pandang biologi (saraf) kekuatan musik, suara dan irama dapat menggeser pikiran, member ilham, meningkatkan ketakwaan, meningkatkan kebanggan nasional dan mengungkapkan kasih saying untuk orang lain.

Kecerdasan musikal dapat member nilai positip bagi siswa karena: (a) meningkatkan daya kemampuan mengingat; (c) meningkatkan prestasi/kecerdasan; (c) meningkatkan kreativitas dan imajinasi.

Suatu studi yang dikutip oleh May Lim (2008) menunjukkan bahwa sekelompok siswa yang kepadanya diperdengarkan musik selama delapan bulan mengalami peningkanan dalam IQ spatial sebesar 46% sementara kelompok kontrol yang tidak diperdengarkan musik hanya meningkat 6%.Mungkin sering kita melihat ada siswa atau orang yang lebih suka belajar bila ada musik yang diperdengarkan (Gaya belajar auditory). Pada orang ini informasi akan lebih mudah tersimpan di dalam memorinya , karena mereka mampu mengoasiasikan irama musik dengan informasi pengetahuan yang mereka baca meskipun kadang-kadang mereka tidak menyadarinya.

Lebih jelasnya kecerdasan ini memiliki ciri-ciri kemampuan sebagai berikut.

  1. Menyukai banyak jenis alat musik dan selalu tertarik untuk memainkan alat musik.
  2. Mudah mengingat lirik lagu dan peka terhadap suara-suara.
  3. Mengerti nuansa dan emosi yang terkandung dalam sebuah lagu.
  4. Senang mengumpulkan lagu, baik CD, kaset, atau lirik lagu.
  5. Mampu menciptakan komposisi musik.
  6. Senang improvisasi dan bermain dengan suara.
  7. Menyukai dan mampu bernyanyi.
  8. Tertarik untuk terjun dan menekuni musik, baik sebagai penyanyi atau pemusik.
  9. Mampu menganalisis / mengkritik suatu musik.

Profesi: DJ, musikus, pembuat instrumen, tukang stem piano, ahli terapi musik, penulis lagu, insinyur studio musik, dirigen orkestra, penyanyi, guru musik, penulis lirik lagu, dan sebagainya.

5. Kecerdasan Kinestetik (Bodily – Kinesthetic Intelligence)

Pelari via google.com

Kecerdasan ini ditunjukkan oleh kemampuan seseorang untuk membangun hubungan yang penting antara pikiran dengan tubuh, yang memungkin tubuh untuk memanipulasi objek atau menciptakan gerakan. Secara biologi ketika lahir semua bayi dalam keadaan tidak berdaya, kemudian berangsur-angsur berkembang dengan menunjukkan berbagai pola gerakan, tengkurap, “berangkang”, berdiri, berjalan, dan kemudian berlari, bahkan pada usia remaja berkembang kemampuan berenang dan akrobatik.

Kecerdasan ini amat penting karena bermanfaat untuk (a) meningkatkan kemampuan psikomotorik, (b) meningkatkan kemampuan sosial dan sportivitas, (c) membangun rasa percaya diri dan harga diri dan sudah barang tentu (d) meningkatkan kesehatan.

Lebih jelasnya kecerdasan ini memiliki ciri-ciri kemampuan sebagai berikut.

  1. Merupakan kecerdasan yang berhubungan dengan kemampuan dalam menggunakan tubuh kita secara trampil untuk mengungkapkan ide, pemikiran, perasaan, dan mampu bekerja dengan baik dalam menangani objek.
  2. Memiliki kontrol pada gerakan keseimbangan, ketangkasan, dan keanggunan dalam bergerak.
  3. Menyukai pengalaman belajar yang nyata seperti field trip, role play, permainan yang menggunakan fisik.
  4. Senang menari, olahraga dan mengerti hidup sehat.
  5. Suka menyentuh, memegang atau bermain dengan apa yang sedang dipelajari.
  6. Suka belajar dengan terlibat secara langsung, ingatannya kuat terhadap apa yang dialami atau dilihat.

Profesi: ahli terapi fisik, ahli bedah, penari, aktor, model, ahli mekanik / montir, tukang bangunan, pengrajin, penjahit, penata tari, atlet profesional, dan sebagainya.

6. Kecerdasan Interpersonal (Interpersonal Intelligence)

Sukarelawan via google.com

Kecerdasan ini berkait dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain. Pada saat berinteraksi dengan orang lain, seseorang harus dapat memperkirakan perasaan, temperamen, suasana hati, maksud dan keinginan teman interaksinya, kemudian memberikan respon yang layak. Orang dengan kecerdasan Interpersonal memiliki kemampuan sedemikian sehingga terlihat amat mudah bergaul, banyak teman dan disenangi oleh orang lain. Di dalam pergaulan mereka menunjukkan kehangatan, rasa persahabatan yang tulus, empati. Selain baik dalam membina hubungan dengan orang lain, orang dengan kecerdasan ini juga berusaha baik dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan perselihanan dengan orang lain.

Kecerdasan ini amat penting, karena pada dasarnya kita tidak dapat hidup sendiri (No man is an Island). Orang yang memiliki jaringan sahabat yang luas tentu akan lebih mudah menjalani hidup ini. Seorang yang memiliki kecerdasan “bermasyarakat” akan (a) mudah menyesuaikan diri, (b) menjadi orang dewasa yang sadar secara sosial, (b) berhasil dalam pekerjaan.

Lebih jelasnya kecerdasan ini memiliki ciri-ciri kemampuan sebagai berikut.

  1. Memiliki interaksi yang baik dengan orang lain, pandai menjalin hubungan sosial.
  2. Mampu merasakan perasaan, pikiran, tingkah laku, dan harapan orang lain.
  3. Memiliki kemampuan untuk memahami orang lain dan berkomunikasi dengan efektif, baik secara verbal maupun non-verbal.
  4. Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dan kelompok yang berbeda, mampu menerima umpan balik yang disampaikan orang lain, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.
  5. Mampu berempati dan mau mengerti orang lain.
  6. Mau melihat sudut pandang orang lain.
  7. Menciptakan dan mempertahankan sinergi.

Profesi: administrator, manager, kepala sekolah, pekerja bagian personalia / humas, penengah, ahli sosiologi, ahli antropologi, ahli psikologi, tenaga penjualan, direktur sosial, CEO, dan sebagainya.

7. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)

Motivator via google.com

Oliver Wendell Holmes berpendapat: Apa yang didepan dan apa yang ada di belakang kita adalah hal yang kecil dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita. Inilah kira-kira pandangan yang dianut oleh orang yang memiliki kecerdasan intrapersonal ini. Kecerdasan intrapersonal adalah kecerdasan yang menyangkut kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri dan bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri.

Orang-orang dengan kecerdasan ini selalu berpikir dan membuat penilaian tentang diri mereka sendiri, tentang gagasan, dan impiannya. Mereka juga mampu mngendalikan emosis mereka untuk membimbing dan memperkaya dan memperluas wawasan kehidupan mereka sendiri.

Lebih jelasnya kecerdasan ini memiliki ciri-ciri kemampuan sebagai berikut.

  1. Mengenal emosi diri sendiri dan orang lain, serta mampu menyalurkan pikiran dan perasaan.
  2. Termotivasi dalam mengejar tujuan hidup.
  3. Mampu bekerja mandiri, mengembangkan kemampuan belajar yang berkelanjutan dan mau meningkatkan diri.
  4. Mengembangkan konsep diri dengan baik.
  5. Tertarik sebagai konselor, pelatih, filsuf, psikolog atau di jalur spiritual.
  6. Tertarik pada arti hidup, tujuan hidup dan relevansinya dengan keadaaan saat ini.
  7. Mampu menyelami / mengerti kerumitan dan kondisi manusia.

Profesi: ahli psikologi, ulama, ahli terapi, konselor, ahli teknologi, perencana program, pengusaha, dan sebagainya.

8. Kecerdasan Naturalis (Naturalist Intelligence)

Pecinta Alam via google.com

Kemampuan untuk mengenali dan mengelompokkan serta menggambarkan berbagai macam keistimewaan yang ada di lingkungannya. Beberapa pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan naturalis ini adalah ahli biologi atau ahli konservasi lingkungan.

Menurut Wilson dalam Anxs (2007), kecerdasan naturalis adalah kemampuan mengenali berbagai jenis flora dan fauna serta kejadian alam, misalnya asal-usul binatang, pertumbuhan tanaman, terjadinya hujan, manfaat air bagi kehidupan, tata surya, dan kejadian alam lainnya. Kecerdasan naturalis ini berkaitan dengan wilayah otak bagian kiri, yakni bagian yang peka terhadap pengenalan bentuk atau pola kemampuan membedakan dan mengklasifikasikan sesuatu. Jika anak dengan mudah dapat menandai pola benda-benda alam, dan mengingat benda-benda alam yang ada di sekitarnya, maka anak dapat dikatakan memiliki kecerdasan naturalis tinggi.

Lebih jelasnya kecerdasan ini memiliki ciri-ciri kemampuan sebagai berikut.

  1. Suka mengamati, mengenali, berinteraksi, dan peduli dengan objek alam, tanaman atau hewan.
  2. Antusias akan lingkungan alam dan lingkungan manusia.
  3. Mampu mengenali pola di antara spesies.
  4. Senang berkarir di bidang biologi, ekologi, kimia, atau botani.
  5. Senang memelihara tanaman, hewan.
  6. Suka menggunakan teleskop, komputer, binocular, mikroskop untuk mempelajari suatu organisme.
  7. Senang mempelajari siklus kehidupan flora dan fauna.
  8. Senang melakukan aktivitas outdoor, seperti: mendaki gunung, scuba diving (menyelam).

Profesi: dokter hewan, ahli botani, ahli biologi, pendaki gunung, pengurus organisasi lingkungan hidup, kolektor fauna / flora, penjaga museum zoologi / botani dan kebun binatang, dan sebagainya.

Mengapa Anda Perlu Tes Kecerdasan dan Bakat ?

  1. Pengalaman para orang dewasa mengatakan terlalu banyak ‘biaya kebodohan’ dengan terlalu banyak melakukan uji coba dalam hidup ini. Tes Kecerdasan dan Bakat ini adalah panduan untuk menghilangkan biaya kebodohan tersebut, sehingga kita tidak buang umur dan buang uang. Sejak awal kita sudah tahu mesti pergi kemana dan bagaimana cara terbaiknya.
  2. Revolusi hidup yang paling baik bukan dengan mengacak-ngacak cara hidup anda, melainkan dengan mensyukuri apa ‘harta karun’ dalam diri kita yang diberikan oleh Tuhan. Setelah tes Kecerdasan dan Bakat, anda akan tahu bagaimana caranya berilmu, apa bakat terpendam pada diri anda, bersyukur, dan bersabar melalui ‘harta karun’ diri anda. Ubahlah nasib anda melalui jalur Tuhan, jalur ‘karpet merah’ yang telah diberikan kepada anda. Itulah revolusi hidup yang sesungguhnya.
  3. Setelah tes Kecerdasandan Bakat, anda akan menemukan cetak biru hidup anda. Hal tersebut bukanlah vonis atau ramalan keberhasilan tetapi jalur tempat anda mengikhtiarkan kucuran keringat demi keberhasilan di depan mata. Energi yang difokuskan kepada satu maksud akan menciptakan momentum keberhasilan.
  4. Untuk menjadi outliers (sosok yang sangat jarang) seperti tulisannya Malcolm Gladwell, maka anda harus telah memulai profesinya lebih dini dan menanam 10 ribu jam untuk deliberate-practice membangun profesi pilihan. Tes Kecerdasan dan Bakat ini sangat membantu anak anda menemukan profesi pilihan sejak dini dan sekaligus mengarahkan bagaimana menikmati 10 ribu jam tersebut.
  5. Orang berbakat bisa gagal, jika ia mengingkari atau tidak tahu bakatnya. Salah asuhan terhadap bakat adalah ketidak-harmonisan dengan habitat anda. Jika yang ada diabaikan, dan yang tidak ada mau diadakan sama dengan memutar jarum jam hidup anda secara terbalik. Percayalah, anda akan dipenuhi dengan riwayat kegagalan.
  6. Memilih profesi secara jitu, sampai anda berkomentar ‘ahaa, profesi yang ini gua banget’. Jika pilihan profesi sudah ‘ngeklik’ dengan anda maka proses penggemblengan profesi menjadi mudah dan menyenangkan meskipun digembleng dengan cara yang sangat berat (masif).

Konsep Tes Kecerdasan dan Bakat ini adalah cara paling tepat untuk melakukan tobat-profesi.

MANFAAT TES KECERDASAN DAN BAKAT

TES KECERDASAN DAN BAKAT ini sangat bermanfaat bagi siapapun, tanpa mengenali batas usia, walaupun sebaiknya tes ini dilakukan sejak usia dini.

  1. Psikotes Tes Kecerdasan dan Bakat bagi para siswa yang sedang sekolah mulai SD, SMP, hingga SMA untuk mengukur tingkat kecerdasan, mengenali potensi diri, menemukan minat dan kepribadian siswa dalam kelanjutan studi. Selain itu juga untuk mengenali kelemahan dan kelebihan masing-masing aspek psikologis siswa.
  2. Tes Kecerdasan dan Bakat ini memiliki kemampuan untuk mengetahui agar siswa bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya dengan efektif. Intelegensi didefinisikan sebagai kapasitas yang bersifat umum dari individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi-situasi baru atau problem yang sedang dihadapi.
  3. Tes Kecerdasan dan Bakat ini juga bisa diperuntukkan terutama bagi siswa sekolah SMP dan SMA dalam memilih jurusan agar saat masuk ke Universitas bisa memilih bidang studi yang tepat, sesuai minat dan bakatnya.
  4. Tes Kecerdasan dan Bakat ini juga melihat potensi anak yang ditujukan bagi anak mulai dari TK hingga SD agar bisa mengenali potensinya sehingga dapat dikenali kearah mana pengembangan dirinya.
  5. Tes Kecerdasan dan Bakat ini juga bisa digunakan untuk mengetahui bentuk kepribadian siswa yang ingin diketahui secara mendalam mengenai pribadi siswa.
  6. Tes Kecerdasan dan Bakat ini juga dapat digunakan untuk melihat minat kerja atau tes karir yang ditujukan terutama bagi lulusan mahasiswa yang hendak memasuki dunia kerja agar bisa memilih bidang kerja atau profesi sesuai dengan karakter dan potensi dirinya.

Kenali dan Gali Kecerdasan Mulai Sekarang

Setiap orang tentu akan memiliki sejumlah kecerdasan di dalam dirinya, meskipun hanya beberapa jenis saja yang mungkin akan menonjol dan terlihat dengan jelas. Pada dasarnya setiap orang bisa memiliki semua kecerdasan ini, tapi mungkin sebagian orang tidak pernah menyadarinya. Maka dari itu kenali dan mulailah menggali kecerdasan yang terdapat dalam diri Anda, agar Anda dapat memaksimalkan potensi terpendam yang terdapat dalam diri Anda.

Tes Online Kecerdasan & Bakat

Lalu, tipe kecerdasan mana yang menonjol di dalam diri Anda? Lakukan Tes tipe kecerdasan dan bakat berikut ini:

KLIK LINK / GAMBAR DIBAWAH

TES ONLINE KECERDASAN DAN BAKAT